Monday, October 22, 2012

Waktumu Usahamu.

Betapa mulia cita-citamu menjadi Pengusaha adalah supaya punya Waktu. Nggak banyak yang berpikir begitu. Nggak ada malah. Lama-lama cita-cita kayak gitu akan semakin tenggelam seiring dengan meningkatnya kebutuhan materimu, matangnya usia produktifmu, dan lain-lain ketika kamu merasa katarsis dirimu harus dikeluarkan dengan jalan yang berlebihan tanpa kamu sadari.

Kecuali aku. Dulu. Untuk diriku sendiri. Untuk keluargaku ke depannya nanti.

Semua yang dilakukan, sadar atau di bawah sadar, akan membawa kita ke tujuan tertentu yang lebih konkret di masa mendatang. Pilihan sih, dan tergantung karakteristik pribadi, juga pengaruh nurture yang ada. Kalau boleh dibedakan menjadi beberapa arah, beda juga berapa kedalaman yang mau di raih, itu yang membedakan satu sama lain dengan tujuan-tujuannya. Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar. Tidak ada yang untung, tidak ada yang rugi untuk diri sendiri sebenarnya. Untuk diri sendiri loh yaa.. Ini perlu diperhatikan supaya tidak salah kaprah. Selalu ada sisi dan nilai positif yang bisa diambil dari semuanya. tergantung mau dari sudut pandang mana kamu mengambilnya. Dan tergantung dari step yang mana kamu melihat posisimu berada.

Yang penting jangan kecil hati. Mau kamu berusaha terlalu keras atau tidak buat diri sendiri, yang penting dijalani dengan ikhlas. 

Bukan begitu?
(Bukan........)

Thursday, October 11, 2012

"Brown Eyes"

Remember the first day when I saw your face
remember the first day when you smiled at me
 
I stepped to you and then I said to you
you was the man I dreamed about

remember the first day when I called your house
remember the first day when you took me out
we had butterflies although we tried to hide it
and we both had a beautiful night


The way we held each others hand
the way we talked the way we laughed
it felt so good to find true love
I knew right then and there you were the one

I know that you love me cause you told me so
I know that you love me cause your feelings show
when you stare at me I see you care for me

I see how you are so deep in love
I know that you love me cause its obvious
You know that I love you cause it's you I trust
and you're missing me if you're not kissing me
and when you look at me your brown eyes tell your soul

Remember the first day, the first day we kissed
remember the first day we had an argument
we apologized and then we compromised
and we haven't argued since

remember the first day we stopped playing games
remember the first day I fell in love with you
it felt so good for me to say those words
cause you felt the same way too

The way we held each others hand
the way we talked the way we laughed

it felt so good to fall in love
and I knew right then and there you were the one

I know that you love me cause you told me so
I know that you love me cause your feelings show
when you stare at me I see you care for me
I see how you are so deep in love

I know that you love me cause its obvious
You know that I love you cause it's you I trust
and you're missing me if you're not kissing me
and when you look at me your brown eyes tell your soul

I'm so happy so happy that you're in my life
and baby now that you're a part of me
you showed me
showed me the true meaning of love
and i know you love me

I know that you love me cause you told me so
I know that you love me cause your feelings show
when you stare at me I see you care for me
I see how you are so deep in love
I know that you love me cause its obvious

You know that I love you cause it's you I trust
and you're missing me if you're not kissing me
and when you look at me your brown eyes tell your soul

You look at me and your brown eyes tell your soul

If I could change the lyrics, it would be like this.

Friday, September 28, 2012

on the phone.

uh aku baru sadar. ternyata apa dan siapa yang ditelpon itu ngaruh ya ke bahasa jawab telponnya? aku kan biasanya ngomongnya banyak, njuk barusan ini aku menelpon dengan gaya bahasa yang paling awkward dan minus tata krama menurutku. hahahah. cuman nanyain bla bla bla, abis dapet jawabannya cuman bilang, oh youwes. weh itu aneh banget, aku nggak pernah nelpon yang segitu anehnya sebelumnya hahahah. opo tergantung sama yang ditelpon? ha kalo yang ditelpon yo diem aja kan yo pancen bingung mau ngomong apa. tapi nggak ada bilang makasih sama sekali ik. payah banget. aneh. ini rasanya aneh. walopun udah beberapa kali nelpon dengan suasana aneh begini. oh yaudah, langsung klek, ditutup. payah tenan mbul, mbul..

Monday, September 24, 2012

timeline

Tanpa bermaksud jadi stalker (tapi pas liat aja dan memperhatikan lebih jauh), ternyata rame loh di timelinenya uorang itchu.
*mboh opo iki sing iso menggambarkan mukaku* :3
Rame loh.
Hari sabtu loh.
Pas habis ganti foto loh.
Rame loh.
Zzzzzz.........
*po yo tak pikir, dul..*

Sunday, September 23, 2012

Semuanya hampir sama. Don't ask me about the time.

Ketika sudah sampai pada limitnya semua orang hampir selalu bertanya pertanyaan yang sama, "Mau sampai kapan?" Cuman segelintir orang aja yang menyiratkan aroma positifnya ke hadapanku. Well lagi-lagi harus berkata, human being.

Memang sulit bagi mereka yang tidak mengerti. Tapi aku sendiri tidak pernah sedetik pun punya pikiran kalau semua ini tidak akan berhasil. Ini akan membuahkan hasil, but please don't ask me about the time.

I keep my optimism and positivity. Ada kalanya aku jatuh, bangun, jatuh, bangun lagi. Nggak pernah terpikirkan di benakku aku akan kalah lagi sama proses seperti sebelum-sebelumnya. I accept all as my process. Still, on progress. Aku percaya dia pasti bisa menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dan lancar. But please, balik lagi, don't ask me about the time. Semuanya pasti terselesaikan dengan baik. I trust in him whatever way  he choose, however it goes, everything is on his hand. Everything is on a right hand.

Dia ke A. Dia ke A dan B. Dia ke A dan C. I am the C. Mungkin tahapannya memang harus seperti itu.

Makanya aku merasa masalahku tahun ini adalah masalah yang paling berat. Karena tanggung jawab moralnya melebihi apapun yang pernah aku hadapi. But I'm sure I can get trough this all.

He belongs to me. Tidak diucapkan dengan over confidence, tidak dengan aroma agresif, tapi begitulah kira-kira adanya. Don't ask me about the time. Aku juga nggak mau mengganggu dia dalam menyelesaikan masalahnya karena dia nggak mau aku begitu, maka aku pun tidak akan melakukan itu. Semuanya akan berjalan baik, dan sampai waktunya tiba semua akan berubah jadi indah, meskipun bahagia sudah dirasakan sekarang.

uuuuuuu...........

uuuuuuu ibuk.........
adek diajak dong ke rumahnya mbakno...... T_T
adek pengen cerita-cerita sama mbaknoooo.......... T_T
rasanya beraaat... cuman mbakno yang bisa ngajarin sementara...........
though i got my protector here, but i think i need my neno to teach me how to speak wisely on some unpredictable conversation..............
nenooooo uuuuuuuuuu...............

nggak masalah sih sebenernya semuanya.
cuman akunya rada kaget aja.
butuh penyesuaian.
sejauh ini baik-baik saja.
cuman aku butuh berkembang menjadi seseorang yang bisa pandai berbicara 'tidak asal' di depan orang lain.
itu penting menyangkut kehidupan orang banyak.
insyaallah kuat. nggak akan beda jauh sama rimbi waktu SMA dulu.
segitu aja deh dulu. nanti kalo pusing nulis lagi.
yuk.

..... .....

udah lama nggak nulis ini : Tes Mental.
terakhir kali aku tulis jaman-jaman masih sering liat coker sama vina dulu kali ya.
nggak nyangka sekarang ada lagi.
apa lebih beradab atau manusiawi aku nggak sadar.
mati rasa is a way out.
I don't want to write anything else.
enough.
aku pengen nggambar. pasti gambarku jelek banget deh hasilnya.

Friday, September 21, 2012

ini sepi, tapi ramai.

Aku mau cerita hari Rabu siang dua hari yang lalu tiba-tiba Prima telpon ke hpku. Kaget juga ada apa nih tiba-tiba siang-siang nelpon. Tumben banget. Ternyata abis itu cerita dia kalo rencana pulang ke jogja weekend ini ngurusin thesis-nya batal kejadian, karna ada tugas kantor kemana gitu. Rencananya sih weekend ini dan weekend depan dia mau balik buat ngurusin judul thesis ke kampusnya. Hahahah lucu aja, yah rencana tadinya mau cerita-cerita kayaknya, ditunda dulu deh. Kemungkinan weekend depan dia jadi kesini. Ya kalo selo mestinya sih ngajak ketemuan, udah kebayang mau tak ajak ke Calzone Express saja, dia kan hobinya kuliner juga.

Trus mulai deh dibuka pembicaraan soal nulis buku dan sebagainya. Itu termasuk obrolan pas malem-malem sebelumnya dia nelpon deng. Ternyata emang blog ini dulu diperhatikan sama dia, termasuk pas aku ulang tahun di kado buku tahun 2005 dulu. "Kamu kenapa nggak nulis buku aja? Kisah cintamu aja kalo ditulisin udah bisa jadi 12 buku kira-kira.." Hahahah enak aja, banyak amat 12 buku.

Aku mulai cerita apa dan gimana kesulitan aku dalam hal tulis menulis belakangan ini. Kalo dulu nulis tuh terasa lebih gampang. Aku nulis di mana aja, dengan suasana apa aja, sambil diajak ngobrol siapa aja, itu bahan tulisan yang ala kadarnya tetep aja bisa ketulis dengan lumayan jelas di blog. Tapi kalo sekarang, kalo aku nggak dalam kondisi selo, nggak sedang dalam suasana yang tenang dan nggak sedang sendirian itu, mau nulis susahnya minta ampuuunn. Ga tau ya, tapi konsentrasinya kemana-mana aja. Gitu deh.

Dan sekarang topik tulisan tuh bener-bener harus dipikirin apa, nggak bisa asal njeplak kayak dulu aja. Kok aku ngerasa otakku jadi tambah berat ya kalo mau nulis sekarang? Baca-baca tulisan dulu rasanya alaaaayy banget. Kok bisa-bisanya dulu nulis kayak begitu. Dengan bahasa yang aneh-aneh, dan suka eksplorasi sendiri dengan gaya bahasa yang ganti-ganti. Apalah aku ini dulu..

By the way, kesehatanku masih belom membaik sampe hari ini. Aku masih sering ngerasa melayang-layang. Aku masih sering ngerasa lemes tiba-tiba. Aku masih sering ngerasa ada orang yang memikirkan aku (dengan jelas rasanya pikiran orang itu mampir masuk di kepalaku.) Kemaren Masku nanyain, "emang pikirannya sapa tho?" I don't know. Aku nggak tau. (Atau sebenernya aku tau tapi nggak mau cari tau?). Mungkin yang ke dua lebih bener. Apapun itu, siapapun itu, I know (because I can feel it clearly), they miss me today. Perasaan yang sangat berbeda dibanding yang aku rasain kemaren Magrib. Mungkin (kemaren) lebih ke arah curiousity yah? (Kenapa aku nggak ada di situ.) Dan itu bikin aku limbung banget. Linglung banget, kata Nanda. Beda sama yang sehari sebelumnya, pas aku pulang ke rumah dengan keadaan pusing sekali dan akhirnya menulis sesuatu tentang Mama. Kalo pas itu kata Mbak Ijah (disampein ke Mbak Tessa), "Mbak Rimbi tu lagi kenapa sih mbak? Kok bengong mukanya. Lagi putus cinta yah?" Hahahah ada-ada aja, padahal ngeliat juga cuman sekelebat doang pas lagi nyapu. Atau mukaku yang lagi kelewatan anehnya ya? Entah lah.

ragu-ragu.

Besok Adhi wisuda.
Dateng nggak ya?

Dateng.
Nggak.
Dateng.
Nggak.
Dateng.
Nggak.

Well nggak tau dateng ato nggak nih.

Di satu sisi aku berharap hubunganku yang bisa membaik setelah aku dateng ke wisudanya dia dan ngomong beberapa hal yang diperlukan. Bergabung jadi satu di dalam keluarganya Bapak Soko Mursetyo. (Masa wisudanya Danny dateng, di wisudanya Adhi nggak dateng?? Rasanya amoral)

Di sisi lainnya aku bisa dateng juga di wisudanya Galih. Sekalian nyelametinnya. Seneng juga sih kalo bisa hadir ngasih bunga dan selamat.

Tapi di sisi yang lainnya lagi, kalo aku dateng ke wisuda Adhi yang juga wisudanya Galih, nanti aku bakal ketemu yang lainnya. :|

Dateng.
Nggak.
Dateng.
Nggak.

Liat nanti lah gimana.

Dek Adhi, mbak rimbi bener-bener berharap bisa hadir, tapi kalo mbak nggak bisa hadir, mbak harap hubungan kita bisa membaik di pertemuan mendatang (yang nggak tau kapan), balik deket kayak dulu lagi, main kemana-mana bareng, cerita-cerita bareng, semuanya bareng-bareng dan saling dukung. Big hugs to you, semoga ke depannya jalanmu selalu sukses dan beruntung ya, Dhi.

Dek Galih, aku juga berharap bisa hadir and give you a toss, tapi you know lah, semoga kamu mengerti. :) Sukses dengan Calzone Express-nya, dan segera menyusul jejak Kak Gayuh. :D

Wednesday, September 19, 2012

time will consider it.

perpaduan antara tidak enak badan dan sakit kepala itu sempurna sekali buat menentang batas ruang dan waktu. juga menentang batas memilah-milah kata menjadi satu perpaduan yang apik dalam bentuk kalimat.

entahlah. udah lama nggak begini. tadi aku bawa motor sampe hampir nabrak pohon. ga sadar tiba-tiba meleng dan kayak goyang-goyang dunianya. ternyata yang goyang cuman kepalaku.

nyetir motor belom jauh, udah kena razia polisi. baru sadar aku kalo sim-ku mati ulang tahun kemaren. jadi ya udah, dibawain surat buat sidang, wong ga bawa duit juga, nanti biar minta tolong mbah putus aja mintain balik stnk-ku. kok enak mbayar 40 ribu. so kayaknya emang pulang lagi udah paling bener.

kuliah dua biji hari ini dan workshop skripsi, aku mau ngebus tapi kok lemes banget. ah good, campur aduk.

"sisi ruang batinku, hampa rindukan pagi. tercipta nelangsa, merenggut sukma. terwujud keinginan yang tak pernah terwujud. aku tak bisa pindah. pindah ke lain hati."

entah kenapa juga tiba-tiba terbersit kabar dari langit mengenai waktu. waktu dalam banyak hal, menyangkut banyak hal. tak ada yang tau arah kemana angin membawanya tapi seolah waktu sangat akrab dan bersahabat sehingga koyah hampa dan masalah pun terpecahkan.

bukan itu sih yang jadi titik beratnya.

perasaan yang paling mengganggu adalah perasaan dimana kamu bisa merasakan pikiran orang lain memandang salah terhadapmu, yang tidak bisa diselesaikan oleh waktu. terjal memang, tapi harus bersiap.

seiring dengan lemahnya gagah ini, pikiran pun melayang entah kemana-mana.

ada orang yang membicarakan aku di luar sana, aku tau itu, aku tau mengapa itu. tapi masih blur ya, simpang siur, jangan tanyakan siapa.

ah iya, mama, bukannya aku nggak mau ngucapkan beberapa gelintir ucapan lebaran ke mama. tapi ya, karna satu dan lain hal akhirnya ucapan itu seperti tertahan. dan tak tahu kapan menemukan keadaan yang terkendali sehingga bisa diucapkan.

kalau boleh jujur ya rasanya sangat-sangat ekstrim mau menyampaikan banyak hal, tapi banyak badan menahan dan tak berucap. jadi aku pun tak berucap. memang mungkin lebih baik diam saja dulu, meresapi kata-kata, "i meant it."

tidak ada yang tahu keadaannya seperti apa. tidak ada yang tahu keadaannya bagaimana. apalagi tentang yang diharapkan. aku nulis sambil ngeliat fotomu lho ma. sama anakmu yang ganteng. foto yang aku suka. yang merepresentasikan semuanya. semua kalian berdua. bagus banget. meski cuma crop-cropan.

aku nggak tau apa yang ada di benak mama apakah menunggu-nunggu atau malah bahagia kalau begini saja. tetep, akhirnya defense berbicara. apalah itu gede rasaku atau itu kecil rasaku, tapi aku memang nggak tau mana yang bener dan apa yang terjadi. cuman bisa ngikutin kata-kata si ganteng yang tadi malem menjawab dengan kalimat, "Just be patient =] that is all." kupikir itu juga menjawab semuanya. ikutin aja alurnya. the fact, I trust in him dan memang cuman dia yang tau situasinya seperti apa.

beberapa lama pikiran ini menggerumul-gerumul di dalam otak, cuma hinggap di sana tanpa mampu bertingkah apa-apa. sampai saatnya tiba aku masih tetap dikuatkan oleh proses, dan menyadari bahwa kaki ini menapak sendiri dan mulai meninggalkan embel-embel keluarga. (maksudnya nggak peduli kamu anaknya siapa, kali ini semua tingkah laku dan ucapanmu pada akhirnya kamu pertanggungjawabkan serorang diri, keluargamu tidak ada yang ikut campur tangan di sisimu). that is correct, selamat menjadi dewasa. entah itu pengalaman baru atau pengalaman yang sudah-sudah, kamu akan tahu batasanmu sampai mana, porsimu sampai mana, dan itu yang ishaallah menuntun jalanmu selanjutnya. asal kamu pede. asal kamu yakin.

tidak ada satu orang pun yang menginginkan berada dalam posisi salah (menurut pemikiran-pemikiran orang lain). teka-teki sosial yang tidak bisa dijelaskan dengan kenyataan yang ada (menurut pandangan pribadi atau diri sendiri). begitu sulitnya kamu menjelaskan situasi, masalah, keadaan yang sebenarnya. -??- tidak usah dijelaskan. time will consider it. yeah. time will consider it. so we found the title of this entry.

"begitu lelah sudah, kuharus menepi. biduk tlah ditambatkan berlabuh di pantaimu."

thanks to Klakustik, tak bisa ke lain hati. (yang indah sekali selalu bikin merinding).

Tuesday, September 18, 2012

dear diary, aku ganteng.

maaf ya sayang, bukannya adek nggak mau nulis di buku diarymu yang baru itu tadi, tapi, I cannot do that kind of joke for today. I don't know what's the matter so that i can't write on it. maybe tomorrow.

I can't do that kind of joke, well maybe i just don't comfort it. well maybe just today.

ask me tomorrow. or I can write on your another diary.. I hope you know what I mean, ganteng. :)

Monday, September 10, 2012

two way monologue

nggak mudah memang mengatakan apa yang ada di kepalaku di saat pikiran lagi high tension. yang ada ngomongnya malah jadi ngaco dan nggak sesuai sama apa yang dirasain, karna hatinya bilang apa tapi pikirannya defense juga bilang apa. persoalan internal aja belom bisa diberesin jadinya kalau dikeluarkan jadi faktor external alasannya bakalan ngaco banget acak kesana-kesini. that's why aku nggak pernah bisa ngomong di saat hati di dalem ini lagi huru-hara. kalo keadaannya udah membaik, rasanya lebih enteng kok buat ngomong dan insyaallah bisa diomongin meskipun tertatih-tatih.

ada rasa fail yang nggak habis-habis ketika kamu nggak lagi mendapati dirimu seasik dulu, sesantai dulu, secuek dulu. gimana ya.. (ini juga udah mulai ngaco ngomongnya). aku merasa jadi orang yang menyebalkan hanya karena aku nggak bisa menahan amarah dan rasa kesal terhadap sesuatu yang akhirnya aku sadari sebagai sesuatu yang harusnya dianggep hadiah atau bonus aja.

aku marah karena merasa tidak diperhatikan, aku marah karena merasa tidak dimenerti mauku, tapi aku juga marah karena kenapa aku tetep nggak bisa menerima sama apa yang udah diusahakan orang lain.. itu marah sekali rasanya.

kenapa aku memilih point A, permintaanku terkabul. karna aku manja sekali.

kenapa aku memilih point C, permintaanku ditolak. ya karna aku kan anak yang kuat, mandiri. jadi apapun itu yang aku dapatkan aku pasti bisa melewatinya.

that's me. ada dua yang berbeda di dalam satu. yang pada dasarnya aku manja sekali dan pada kenyataannya aku tidak bisa tumbuh dengan rasa manja itu kalau mau bertahan hidup, dan itu selalu menjadi konflik internalku.

aku selalu mau hal-hal tertentu tapi pikiranku menentang keras dengan gengsinya karna kebanyakan defense, buat apa semua itu kalo tanpa semua itu aku masih bisa bertahan hidup?? hey man, tapi hatimu nggak bisa bohong ternyata.. kamu cuman sesosok anak manja yang kebingungan gimana nutupin perasaan sendiri, ya kan ya kan ya kan...

kalo emosiku sudah surut, pasti aku bisa menjelaskan semuanya. kalau aku sudah surut, pasti aku bisa mudah tune in ke perasaan manapun. kalau aku sudah surut, aku tau kamu pasti juga sudah surut. karena kita pasang dan surut bersamaan. selalu begitu. mmm.. hampir selalu.

ada orang lain makin menambah kekacauan aku dalam berpikir. sinyal-sinyal emosi yang aku kirimkan bakal lenyap di tengah jalan kayak sperma yang gagal nyampe ke ovum dan itu ya udah sia-sia belaka.

ajak aku ngobrol berdua. ngomong berdua aja, itu udah lebih dari cukup buat aku. aku rasanya bisa lay down on you ketika kita cuma berdua, nggak ada orang yang tau. emotional catch!! nggak melulu yang aneh-aneh, beneran lho yang, ga melulu yang aneh-aneh. because as you said, ya asal dikomunikasikeun ajah.

and i'm going on progress.. emotional catch!! yeah.

Sunday, September 09, 2012

I'm home, Sayang.

while you are finishing your homework, I want to ask you something.

if I want you, love, to come to me, which one of this multiple choices that will you give to me :

a. Love comes to me by itself
b. Love comes to me plus something else unexpected
c. Let me waiting until the time is right, when Love comes to me by itself

which one?

I don't know whether it's wrong or right, i will always accept the A or the C clearly. I can't get enough with the B, I don't know why...

you tried to give me the best of you, I understand. but if I'm on your position, I'll ask you what do you want - the most, and I'll try to give what you want - the most.

so much things i learned, and bout that, I need to say thank you for everything.

Saturday, September 08, 2012

oalah

aku pingin yang-yangan!!! >___<
ini situasinya genting!!! >___<
aku pingin yang-yangan!!! >___<

Thursday, September 06, 2012

lesson one about writing

kesimpulannya adalah ketika aku sendiri (menyendiri), itulah waktu aku bisa menulis. ketika ada (bahkan hanya) satu orang saja di sampingku, itulah saat dimana aku sulit sekali membagi konsentrasi ke dua objek yang aku hadapi. baiklah. selamat menyepi.

Wednesday, September 05, 2012

minggu ini. -___-;

aku heran kenapa koneksi internet di modem baru ini lemot justru di kawasan yang menurut aku kota. di jawab sama mafe, ya emang gitu, kalo di kota kan pemakainya lebih banyak. achso.. modem ini menuntunku untuk selalu betah di bantul projo taman sari sepertinya. dan aku berdoa semoga tidak ada modemisasi di kawasan bantul kota dan sekitarnya, biar koneksi internetku kalo di rumah tetep was wes wos lancar, huahahahaha...

ga bisa dipake buat twitter, tapi kalo sekedar facebook sama blog aja bisa. oaky deh, segini juga cukup kok.
(ini aku di teras rumah danny numpang duduk. udah magrib, udah mulai gelap, si empunya rumah belom dateng juga padahal lampu terasnya belom dinyalain. gelap-gelapan deh meraba huruf-huruf di keyboard ini..)

battery tinggal 50%, semoga bisa bertahan hidup sampai danny datang..

jadi aku mau nulis apa ya tadi?? hohoh pelan-pelan deh nulisinnya.

minggu depan bakal hectic sekali. (minggu ini juga sih sebenernya, tapi karena urusannya masih di kisaran urus-urus berkas jadi nggak se-hectic minggu depan lah itungannya).

aku masih tidak menyangka masih bakal mengalami perjalanan perkuliahan yang sekeras ini. semuanya karena kelabilanku sendiri sih. tapi alangkah ajaibnya kalau semester sekarang ini adalah semester tersibukku dengan jumlah sks terbanyakku, yang pernah aku tempuh.

ajaib memang. berapa sks-nya nggak usah disebutin lah, nggak etis. (nggak etis sama diri sendiri). :P

aku bakalan banyak duduk, baik di kelas maupun di tempat yang nantinya bisa aku sebut kantor (supaya aku lebih bertanggung jawab), yang diprakarsai oleh pak helly DPS-ku tersayang. (wuediiiaaaaannn durung opo-opo andang tersayang iiiikkk...)

suatu tempat bernama lab sos, yang memang mirip tempat kerja, dengan meja kerja dan segala macam data-data penyimpanan oleh para dosen psikologi sosial, (modhyaaarr ra kowe...) yang bakal dijadiin tempat berkumpulnya manusia-manusia yang berkecimpung di ranah psikologi sosial itu sendiri..

ya malahannya sih, pasti fokusnya kalo disitu, pasti konsennya, dan pasti harus diamnya itu loh disitu, hahahah *berpikir bagaimana caranya senantiasa anteng dan kalem di ruangan itu..* (baca: sok manis sok jaim sok ihyeeekk banget!!)

aku agak pusing eee membayangkan, agak deg-degan, agak takut kecolongan kalo besok-besok ada kesempatan buat aku ngayal lagi. seharusnya sih enggak. aku udah harus atur prioritas banget sekarang (yang seharusnya udah aku kerjakan di kepalaku dari dulu-dulu) dan merealisasikan semuanya di kehidupan nyata.

apik yo kalimatku?? apik kalimate thok. kenyataannya rodo morat-marit.

danny udah dateng. aku udah masuk rumahnya duduk manis di depan meja. dannynya main game basketball dan aku rada ga bisa mikir karna suaranya riuh mengganggu konsentrasiku. heheheheh.

ferolisa ada acara halal bihalal. *eh lha kok tiba-tiba ferolisa??* -___-;

aku sedih membayangkan minggu depan. ada rasa ketakutan aku bakal kehilangan semangat di tengah-tengah pergolakan dengan kuliah ini. tapi juga ada rasa ya mau nggak mau harus semangat ngejalanin semuanya. toh semua orang mendukungku dengan cara seperti ini, dengan last chance ini. rasanya aku pengen menghabiskan masa katarsisku sampe akhir minggu ini sebelum akhirnya memasuki minggu-minggu serius yang aku nggak mau orang lain banyak menjamahku.

rasanya eman-eman gitu kalo beberapa hari ini ampe weekend besok aku tidak melakukan apa-apa. ada perasaan pingin main yang pengen banget dikeluarkan sebelum waktunya kemungkinan main itu hilang ludes ditelan waktu dan keadaan. apalagi minggu depan aku bakal ditinggal ibuk ke cikarang, nginep di tempat mbakno. kalo aku nggak berusaha sendiri mengatur apa-apanya sendiri apalah jadinya aku nanti-nanti.

di bayanganku tetep ada waktu di akhir minggu yang akan aku habiskan buat menyenangkan diri sendiri. dan aku harus menabung kesusahan buat itu. nggak papa lah, apapun akan aku lakukan.

aduuuuuhhh ngomongnya udah mulai ngelantur. saatnya melarikan diri dari tulisan ini. intinya aku cuman pengen menghabiskan sisa waktu sampai weekend ini dengan santai, berkompromi dengan apa-apa saja yang akan aku lakukan nanti dan mencari jeda waktunya untuk menyenangkan diri sendiri, dan meluangkan waktu sayang-sayangan (nek iki rupamu mbuuuuuuuuulllll........). bye. -___-;

Tuesday, September 04, 2012

Monday, September 03, 2012

someone found my name (part two)

Udah mandi, udah seger, udah manis, berharap bisa lancar nulisnya dari HP kecil ini. semoga jaringan okay okay ada dan nggak ada masalah buat posting.

Kali ini mau nulis apa? Oiya, mau nulis soal temenku yang belakangan ini nongol lagi ngajak ngobrol, tapi nadanya ngerjain mulu. Aku nggak ngerti apa tujuannya tapi kadang-kadang suka annoying jadinya.

Kalo ada yang baca tulisanku sebelumnya, mungkin bakal ngeh ini masih nyambung-nyambung aja sama cerita itu. Dia si Primul temenku yang ngasih tau kalo namaku ada di blog abang.

Entah darimana lah dia dapetnya alamat blog abang itu. Aku aja enggak pernah tau alamat blognya abang itu sebelumnya. (Itu membuktikan bahwa si abang memang menutup dirinya rapat-rapat ya waktu itu? hihihi).

Ya kali si prima iseng-iseng search nama aku di google dan keluarnya malah di blognya abang bukannya di blogku sendiri. Ketauan amat mau nostalgia prim?? Hahahah. Jadi jaman dulu pas masih SMA, aku yang bikinin emailnya prima. Jaman dulu warnet di bantul masih acakadul deh bentuknya. Apalagi koneksinya, bisa ditinggal bikin mie instant dulu kali ya kalo lagi loading..

Namanya juga anak SMA, dulunya naksir-naksiran. Aku yang naksir sih, tapi dianya cuek bebek, hobinya malah deket-deket temen yang lain. Yaudin, sininya juga cuek-cuek aja. Tapi dulu aku ulang tahun dikasih buku deng, bukunya djenar maesa ayu. aku lupa jaman dulu aku udah aktif nulis di blog apa belom, tapi kayaknya dia ngasih buku itu karna tau ketertarikanku buat nulis-nulis deh dulu, gara-gara aku yang ngerti seluk-beluk email dan dunia maya selain friendster doang jaman dulu kala.

Hobinya sama Katon Bagaskara and Tora Sudiro, jadi dia kubikinin email dengan nama arjunasudiro, hahahah. dodol juga sih tu nama, tapi dulu setelah nyari-nyari berbagai nama aslinya ga ketemu-ketemu, jadilah pake nama itu aja.

Sekarang masih dipake, masih sering ngobrol, tapi gayanya itu loh bikin jengkel kadang-kadang. karna kayak mau ngetes kesabaran orang lain aja. entah itu disengaja, ntah emang begitu gayanya, kan nyebelin jadinya kalo begitu. mbok biasa aja.

Suatu saat dia nanyain, suatu kasus (menurut dia). dengan subjek P dan A. yang lama-lama aku tahu bahwa itu Prima dan Arimbi. jreng jreng. itu juga, mboh maksude opo?? sampe kirim salam buat ibukku dan maksa harus disampein. walah walah aku jadi bingung ngadepinnya..

Tapi lama-lama kalo tak galakin terus aku yo kasian, primul njuk yo ngenes gitu akhirnya ngomongnya. -__-;

Dulu sih situ begitu sama saya, sekarang saya ya begini sama situ...

Pernah sih ketemu lagi jaman taun berapa yaa itu, dia mau masuk kuliah pasca lagi, tapi ya begitu itu. akunya ya datar-datar aja, abisnya? berharap apa dong...

old time always makes me ngikik

wogh wogh woooogh...
aku nemuin blog-ku yang lama-lama trus mbacain kalimatnya satu-satu. rasanyaaa meh ngekek dhewe!! hahahahah ngakak banget, kelingan coker, kelingan macem-macem, hahahahahah

okay. ada sekitar tujuh buah blog yang pernah aku buat sebelumnya, di jaman kelabilanku dulu. kalo ada typical orang yang ganti-ganti nomer hape terus buat menambah ke-eksis-annya, mungkin aku typical orang yang bikin beberapa blog sesuai dengan situasi dan mood yang ada. kalo lagi heboh banget nulisnya di blog ini, kalo lagi mellow banget nulisnya di blog ini, dan kalo buat yang rahasia nulisnya di blog ini.

dan itu mencar-mencar. ada beberapa orang yang aku kasih tau blog ini, beberapa lagi blog itu, yah begitu lah, aku juga nggak tau kenapa aku dulu suka begitu. masih ragu-ragu buat menyatakan aktualisasi diri, masih ada beberapa bagian yang aku ingin orang tertentu nggak tau sama sekali. aku kayak membuat puzzle tentang cerita-cerita di hidupku. beberapa puzzle berhasil aku temuin lagi, beberapa sudah tidak bisa kubuka lagi. yah mungkin emang udah waktunya dilepas puzzle yang satu itu, seiring dengan hilangnya account dan lupa password. heheheh.

satu hal yang menarik dari semua itu. aku selalu menulis tentang sesuatu yang akhirnya aku simpulkan sendiri menjadi kalimat, "orang-orang yang aku sayang nggak pernah jadi pacarku, dan pacar-pacarku entah kenapa aku nggak pernah sesayang itu."

wahahahah hipotesa yang mengenaskan. tapi begitulah adanya.

DULU... tapi itu DULU...

seiring dengan berjalannya waktu, aku berubah dan aku tidak mau seperti itu!

entah kenapa dulu tidak ada yang menekanku buat berubah dari hipotesa itu. maksudnya, aku cenderung pasrah-pasrah aja dengan itu semua dan nggak menjadikannya suatu hal yang berarti. yah kalo memang begitu ada ya sudah lah mau gimana lagi.. gitu lah kira-kira pemikirannya jaman dulu. (ini jadi ikut-ikutan mas gitu ya, gitu deh, gitu lah lama-lama)

sampe akhirnya kembali berpikir apa sih arti sayang yang aku maksud disini?? apa sih maksud pacar yang selama ini aku cari?? apa sih artinya sebuah hubungan yang selama ini pernah aku jalani?? semuanya campur aduk jadi satu.

kenapa sih yang ini gagal dalam prosesnya?? kenapa sih yang itu dengan mudahnya melewati proses pacaran??

well, jawabannya adalah ketika aku bisa berpikir.

yang dulu-dulu, yang selalu gagal itu adalah ketika aku mengikuti kata hati tetapi terlalu banyak berpikir sepanjang perjalanannya. sedangkan yang berhasil itu adalah ketika aku tidak berpikir terlalu jauh tentang apa yang akan terjadi nantinya.

maksudnya gini. sayangku itu nggak akan aku berikan ketika tidak ada tujuan. dan keyakinan tentang tujuan itu, itu masalah hati. judgement-nya, terletak di hati. what you need and what you want, different thing. justru ketika aku mulai berpikir untuk memulai hubungan itu, di situlah letak cobaannya. bisa nggak ya aku melewati itu semua?? dan yaahh, berhasil atau enggaknya ya itulah yang namanya seleksi alam. atau kalau bukan seleksi alam, ya sebenernya hatiku nggak mau-mau banget. entahlah. bingung juga menjelaskannya.

mungkin itu proses juga kali ya, kapan, bagaimana, dan dimana aku bisa merasakan keyakinan itu.

makanya sekarang aku bisa bilang, kalo itu semua nggak mudah pada awalnya.

menjalani hidup dengan hipotesa (sementara) yang mengenaskan itu, di saat kamu juga berhak mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya yang (mungkin) memang belum waktunya saja datang menghampirimu.

kalo ditanya betapa tersiksanya hati ini, ya tersiksa banget. tapi tetep harus bersabar dengan keadaan yang ada dan mematikan mimpi diri sendiri itu adalah hal yang paling menyedihkan yang pernah ada.

aku typical orang yang akan selalu berkata, "yah nggak papa lah, mungkin memang begini jalannya, aku nggak papa kok baik-baik aja."

ada juga orang yang nggak berkata, tapi mencoba menerima dalam hati apa-apa saja keadaan yang dia bisa terima dan rasakan. "mungkin memang segini saja."

tapi itu semua cukup sampai di situ saja. aku sadar bahwa yang sebenarnya aku inginkan memang tidak akan datang dengan mudahnya, dan aku selalu percaya itu.

gusti pasti adil, membagi beberapa permasalahan masuk ke dalam kategori gampang dan beberapa lagi dalam kategori susah. dan itu tergantung seberapa besar aku sebenarnya menginginkannya.

semua ada prosesnya, dan kalo aku pelan-pelan berhasil melewatinya, di sanalah aku di tempa.

aku tidak pernah melewati masalah sepelik ini. (sekarang juga aku masih menjalaninya, belum selesai) tapi seenggaknya aku tau aku harus bagaimana, dan aku bisa merasakannya, itu yang penting.

kesalahan adalah ketika aku tidak bisa merasakan apapun dalam hidupku ini!

so aku nggak akan berhenti sampai di sini. kalau aku tidak yakin dari awal, gusti tidak akan menuntunku sampai sejauh ini.

semua hipotesa dan pemikiran itu memang pernah hinggap di kepalaku tapi aku nggak akan menyerah pada itu semua dan nggak akan pernah!!

kali ini tidak ada pikiran terbersit bahkan di hati kecilku mengenai kegagalan dalam menjalankan ini semua. yang ada hanyalah, perjalanan yang berliku-liku yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya yang menanti aku di garis akhir apakah aku kuat menghadapinya, atau tidak.

AWOFYUU. you send me all your spirit to my heart. kita bahkan sudah tidak mempunyai pintu lagi di hati kita masing-masing. semuanya terbuka dengan lebar dan menjadi satu bagian. i can feel it everyday, day by day. aku nggak akan berhenti sampai di sini, and yes, aku sekarang bisa mentertawakan hipotesaku dulu itu sendiri. dan itu rasanya LEGAAA sekali...

---------ditulis dengan kondisi *huh hah*----------

Tuesday, August 28, 2012

Someone found my name.

pas hari-hari terakhir puasa, bangun siang, masih blank tapi harus ke bengkel, tau-tau ada temen yang ngajak ngobrol di bbm. ujug-ujug nanyain apa aku masih nulis blog apa nggak. kujawab masih, tapi udah mulai jarang lagi belakangan, labil ga stabil nulisnya, tergantung jaringan internet bagaimana, hahahah.

Primul (aku manggilnya gitu, namanya sih prima) nanyain, apa alamat blogku. masih yang lama atau ada yang baru lagi, kujawab masih yang lama dong.
trus primul ini nanyain lagi, kenal alamat blog ini ga. (primul ngasih link-nya). aku bilang aku gatau. karna beneran itu pas nggak ngeh, aku cuman baca kalimat-kalimatnya aja. aku nggak merhatiin nama di profilenya, ga ngeh deh pokoknya.

sampe primul ini bilang, "tapi kok ada namamu ya disitu?" (trus dikasih link lagi yang lebih detail). baru kubaca semuanya dan baru aku ngeh, oalaaaaahhh itu tu blognya si abang toh..

abang ini, abang alid. kalo mbakno sih mbanggilnya tetep mas alid. tapi cuman aku dirumah yang manggil dia pake abang. dan kemaren pas lebaran mbah uti sampe kelupaan loh mikir-mikir, mas alid itu yang mana yaa? kok tiba-tiba mbah susah banget nginget-inget mukanya? hahahah mbahku, ada yang sudah menurun drastis tapi nggak diakui olehnya, kalo dia udah mulai-mulai pikun. hehe. kata mbakno, gawat nih mbah! mas alid aja ampe lupa... =D

dan itu pun cuman aku baca sejudul. karna aku ngerasa ga sanggup baca yang lainnya. (I dont like to think about it too deep, nanti pasti kebawa-bawa kemana-mana deh akhirnya, nggak bisa dipungkiri sebenernya aku pemikir yang keterlaluan).

jadilah hari ini aku baca semuanya di blog abang itu. setelah kemaren aku sempet cerita-cerita sama mafe soal abang ini. ternyata mafe mbaca, mosok aku malah gatau apa-apanya.. dan setelah tuntas membaca itu semua, rasanya itu, hhhhhh..... ealah. nggak ada kata lagi yang keluar kecuali, ealah.

aku kejam juga ya ternyata? aku nggak tau e harus gimana juga waktu itu. semuanya serba... salah. aku nggak pernah bermaksud begitu. (sekejam itu maksudnya). tapi seandainya abang tau betapa aku susah sekali menghilangkan abang dari pikiranku sehingga aku harus memotong semua akses yang bisa menghubungkan aku dengan abang.

semua sedih, semua pasti sedih. mungkin caraku dianggap keterlaluan, kayak dengan mudahnya membuang seseorang dari kehidupanku. tapi aku juga nggak bisa memaksakan kalian semua buat tahu, kalau aku bukan orang yang bisa dengan mudahnya tersenyum lagi setelah semuanya dateng dan bikin aku nangis-nangis.

mungkin aku nggak pernah keliatan nangis juga. kalian nggak tau itu aja. ada suatu bagian dalam diriku yang menahan aku buat nangis dan tampak lemah di depan orang lain. I should stay strong, whatever it is. aku nangis walaupun nggak tampak nangis. walaupun air mata ini pelan-pelan menguap juga dibantu sama semua angin yang menerpa.

well, mungkin selalu seperti itu defense yang aku lakukan. karna setelah semua itu dipaksa berlalu, dalam hal ini sama abang waktu itu, aku harus tetep bisa berpura-pura di depan lingkungan semua bahwa aku baik-baik aja dan tetep bisa berhubungan baik sama abang. MAN!! abis semua main ke perasaan, selama beberapa waktu itu hinggap di hatiku, tiba-tiba pergi? menurutmu bagaimana? denger nama aja aku nggak sanggup, apalagi kalo harus ketemu muka. mati di tempat beberapa sel di dalem tubuhku ini kali.

(eh, ini nulisnya lebay ya?? lagi emosi soalnya, karena ternyata menemukan pattern defense ego mechanism while broken hearted)

dan ternyata emang selalu begitu. entah aku, atau pihak yang satunya yang memutuskan semuanya berakhir, aku pasti bakalan hilang dan menarik diri dari semua hal-hal yang berhubungan dengan itu. sebenernya sakit, dan sedih banget, dan ampe nggak tau harus berbuat apa, tapi udah bawaan lahir kali ya, makin sakit, makin sedih, makin marah, makin aku membangun tembok-tembok di sekeliling badanku untuk membuktikan pada mereka semua bahwa aku baik-baik saja sekaligus membantuku buat selalu berdiri tegak. nggak sadar, padahal di dalem rasanya udah kayak patah tulang, hancur lebur, tulangnya belom direposisi, eh udah keburu dipaksa harus digips lagi. begitulah kira-kira.

istilahnya setelah putus, pasti aku juga memutuskan komunikasi dengan yang mutusin. kalo mau minta maaf atau menyesal, mendingan nanti-nanti aja ketika emosi aku udah lumayan surut. karena kalo seketika kamu masih datang dan pergi nongol-nongol di kehidupanku, itu sakitnya.. akan aku rubah jadi ilfeel, rasa benci yang berkepanjangan yang bisa membantu aku melupakanmu sebelum akhirnya aku menemukan keikhlasan karena semua itu terpaksa terjadi..

so selfish me ya bang yaa, tapi abang harus tau betapa sulitnya aku melupakan abang pada waktu itu. dan menyadari semua pikiran orang terhadap aku. temen-temen kita, semuanya. ibuk, karna dulu aku ngeyel dibilangin, mendingan temenan aja, tapi aku tetep aja maju terus pantang mundur. belom lagi kalo nanti ada yang nanya-nanyain, aku musti jawab apa di kala aku sedang nggak mau njawab apa-apa..

so aku minta maaf kalau dulu aku sejahat itu.

kita bukannya tidak pernah berusaha memperbaiki. aku inget banget tahun 2008 akhir pas mas denvry mau nikah, abang main lagi kerumah sama mbak tyas waktu itu. aku masih pacaran sama mas donna waktu itu. ada mbakno di rumah. dan dengan niat baikmu bersilaturahmi dateng ke rumah soropaten itu lagi, aku di belakang rumah habis diledekin sama mandut, "aduh adek, jangan sedih yaaa, jangan patah hati yaaa..." sambil ngekek-ngekek mandut ngomongnya. trus aku yang seketika itu nggak ada pikiran apa-apa sebelumnya sadar abang udah sampe di rumah, langsung ngejawab, "hahahah aku nggak papa kok manduuutt" (sambil mbediriin rambut jadi mohawk) masuk ke rumah sambil ketawa-ketawa, sapa sana-sini, cipika-cipiki. it was so okay.

pas sampe di nikahannya mas denvry juga begitu. semua anak kaem kompak, termasuk mas ipung, mas inung, mbak ayuk, semuanya lah, "mbuul, gimana rasanya? jangan sedih yaaa.." tapi tetep dong sambil ketawa-ketawa mereka semua ngomongnya ke aku. aku pun tetep ketawa-ketawa kayak biasanya. menurutku sih semuanya baik-baik aja, tapi nggak tau yaa kalo mukaku ternyata memberikan ekspresi muka yang lain. seingetku sih itu semua masih baik-baik aja sampe beberapa hari kemudian aku mulai membuka gembok pertahanan di sekeliling batok kepalaku ini. yang kemaren-kemaren aku rasa mencantumkan tulisan bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa selama aku ngeliat muka si abang. tapi lama-lama baru sadar, astaga ternyata aku masih sama aja. semua tulang yang hancur itu kalo gipsnya dibuka ya bakalan hancur lagi. =]

bukan masalah abang dateng sama mbak tyas. siapapun yang abang ajak waktu itu mungkin bakal sama aja rasanya di aku. cuman ternyata aku memang masih belom bisa ngeliat abang lagi aja. =] padahal udah cukup lama yah? =] kamu nggak akan percaya itu bener-bener nggak semudah itu. =] (waktu itu).

dan bagaimana kita memperbaikinya? kita pernah ketemu lagi kan? you were here at bantul. 2010? kok agak lupa waktu aku. time proves me that, the feeling cannot instantly come even if we are so glad being together. entah kenapa ya, aku pun nggak tau. walaupun aku tahu kita berusaha sangat keras waktu itu, ya kan? =]

sampe akhirnya sadar, itu sebenernya rasa apa. setelah melewati tahun-tahun berat dulu sebelumnya.

sekarang rasanya lebih lega ya bang ya? satu keinginanku yang paling besar ke abang adalah bisa lihat abang menikah. soalnya dulu sok-sokan sih pake acara nggak-nggak mau nikah segala.. =D

kalo boleh, dan kalo aku bisa dateng, aku pasti aku banget dateng. so abang bisa tahu, bahwa sayang itu memang nggak bisa dinalar-nalar pake pikiran. it's pure, pekerjaan hati.

Doaku besertamu, Kholid Muhardi. Good Luck there, catch your love one, I love you.
(I love you, you know, in different space, but unlimited) *wink wink*

-----quit from this beautiful story-----

for my man (whoever you are)

Run
Running all the time
Running to the future
With you right by my side

Me
I'm the one you chose
Out of all the people
You wanted me the most
I'm so sorry that I'm falling
Help me up lets keep on running
Don't let me fall out of love

Running, running
As fast as we can
I really hope you make it
(Do you think we'll make it?)
We're running
Keep holding my hand
It's so we don't get separated

Be
Be the one I need
Be the one I trust most
Don't stop inspiring me
Sometimes it's hard to keep on running
We work so much to keep it going
Don't make me want to give up

----------------------------------------

lagu ini dalem banget buat aku, buat aku lho yaaa.. setiap cewek pasti lah pernah bermimpi pria seperti apa yang nantinya bakal menemani hari-harinya.. dan setiap cewek pasti punya pergolakan batin tersendiri ketika dia dituntut berubah jadi ...wanita. dan lagu ini kurang lebih menjawab keinginanku..

(Aku ngerapiin blogku, dan ngeliat ini sebagai draft, udah lamaaa banget diem jadi draft, bingung juga mau ditambahin kalimat apalagi. Tapi kayaknya masalah interpretasi biar yang baca aja kali ya yang mempersepsikan masing-masing. :] So mungkin udah saatnya judul ini dipublikasikan.)

I miss the old me.

Duduk ngadep monitor, tapi cuman bisa tertegun liat monitor.
Mau nulis apa? Nggak tau...

Udah kelamaan (lagi) nggak nulis. Udah terlalu banyak perintilan-perintilan cerita yang (bingung) pada ngacung semuanya minta diceritain duluan. Well, this is so hard, and this is so weird. Pelan-pelan yaa, aku nggak akan memaksakan diri buat menulis. Aku nggak mau sakit kuning cuman gara-gara memaksakan diri mengeluarkan semua kalimat-kalimatku disini. Aku insyaallah bakal nulis lagi. I miss the old me yang dulu bisa setiap saat bikin ketawa orang lain, bisa cerita apapun dengan mudahnya tanpa beban. Tapi kali ini, mungkin ini yang namanya efek nambah umur ya? Nggak bisa dengan mudah segamblang dulu, secuek dulu. Dan nggak bisa dengan mudah menahan air mata yang pelan-pelan membasahi mata tiap kali merangkai kata-kata.

Pelan-pelan, tapi insyaallah semuanya bisa membantu mengeluarkan penat apa yang ada di kepala ini. Kali ini udah harus mikir apa aja yang bisa diceritain, dan apa aja yang nggak bisa. Ruang lingkupnya sudah meluas sekarang. :]

Tahun ini jadi tahun yang beraaat banget buat aku. Secepat itu semuanya berubah. Dan aku rasanya cuman diem disini menyaksikan semuanya berubah. Hhhh... Kakiku nggak bergerak sama sekali, nggak berubah sama sekali, ada yang menahan kakiku buat melangkah. Dan aku tetep nggak bisa melangkah sampai akhirnya aku terjatuh. I'm down on my knee, and cry a lot.

Wednesday, April 18, 2012

Long Time No See

Aaahh.. So here I go again.. So long, my blog.. You don't know how much I miss you, how I miss to write something unimportant, hahahahah..

emang udah lama banget yaa aku nggak nulis di blog. kemaren sih cuman sepatah-patah kata aja yang ditulis, tapi sekarang mungkin bakal lebih aktif nulis lagi. I hope so. kalo emang itu membawa sesuatu yang lebih positif pada akhirnya, kenapa enggak?

hmm.. balik lagi ke konsep awal blog ini. this is my whole life stories. eh nggak whole life banget deng, almost. tapi aku bakal nulis hampir semua apapun yang ada di kepalaku, mau dari tema unyu sampe tema cabul, hehehe tujuannya supaya membantu mengeluarkan kepenatan di kepala aja sih.. 

aku tidak akan terlalu jaim dalam menulis, karena itu mendorong aku sendiri untuk tidak berbuat aneh-aneh di dalam hidupku ini.. (hehe make sense yaa?) dan berharap bisa bagi-bagi cerita ke semuanya, mau seneng mau sedih, karna aku yakin dari semua cerita itu tetep bisa diambil pelajarannya mau dari sudut pandang manapun.

Sooo.. aku akan berusaha memanjakan mata-mata kalian para fans-ku sekalian, dengan cerita ringan yang tidak menghabiskan banyak energi, dengan perspektifku yang kadang-kadang suka ajaib, dan dengan halaman yang ala kadarnya ini lah.. (soalnya musti belajar lagi kalo mau ngutak-ngatik halaman blog, kayaknya dulu gampang banget utak-atik, kalo sekarang perlu nanya-nanya sama mas-mbak programmer sekalian deh :P)

aku mau cerita deh tentang pengalamanku beberapa hari yang lalu. 

hari minggu sore kemaren, (ini aku nulisnya hari selasa tengah malem menjelang rabu dini hari) aku mau berangkat ngalor (kalo dari bantul kan musti jalan jauh ke utara kalo mau ke kota, hehehe)

nah tujuan aku ngalor itu adalah buat berenang bareng mas fero. dari pagi udah siap-siap sih, tapi karna nunggu kabar dari mas fero, jadinya aku glundang-glundung aja dulu dirumah. begitu mulai siang, baru deh berangkat. 

perjalannya sih santai, nah karna santai itu aku jadinya berpakaian casual sekali, t-shirt dan celana pendek, udah paling pas itu.. pake jaket dan bawa tas ransel, berangkat deh. walaupun sempet ragu mau pake celana panjang ato nggak karna cuaca cerah sekali, tapi akhirnya pilihan terakhir tetep pada celana pendek (dufan yang dibeli pada tahun 1997, hahaha sampe hari ini juga masih dipake). 

lewat rute biasanya, mau lewat isi. pertigaan cepit ke timur, trus ke utara lewat jalan desa yang kanan kiri masih sawah, trus ke timur lagi ngelewatin jembatan PDAM, trus pas sampe perempatan di timurnya lagi, di antara sawah-sawah, aku dengan kecepatan santai (seingetku jalan 40 deh itu), aku mau nyalip motor bapak-bapak yang jalannya pelaaaann banget. 

karna ia nggak ada tanda-tanda mau belok mana-mana dan ga nyalain lampu sign, jadi aku nyalip aja. nggak taunya dia tiba-tiba menolehkan motornya ke kanan. gusrak! 

ya sudah lah, apa mau dikata, nggak mungkin nggak, ya pasti kenanya.. so nabraklah aku dan jatoh ke kiri, tengkurep pasrah di aspal, sedangkan bapaknya kedorong motorku dan nyemplung sawah.. 

aku kaget banget waktu itu, masih bisa mikir, semoga nggak ada kendaraan lagi di belakangku, soalnya aku pada waktu itu nggak bisa langsung gerak, saking pasrahnya tengkurep di aspal. 

sampe ada mas-mas yang bantuin aku berdiri, (dia ngangkat badanku keberatan ga ya? hahahah) aku ditanyain, "bisa jalan sendiri nggak mbak?" aku jawab, "bisa mas, tapi yang tak tabrak gimana ya?" karna aku ngeliat lukaku sendiri, bonyok ini di lutut, nah yang ketabrak aku apa kabar? handphone dan lip balm sempet melayang dari kantong jaket, untung gapapa semuanya. 

begitu aku bisa duduk dan mulai ngerasain lututku yang nyut-nyutan karna mulai berdarah, baru aku bisa liat kalo orang-orang pada sibuk mbantuin ngangkat motor bapaknya dari sawah. bapaknya sendiri, dia badannya kebak lendhut deh.. 

abis itu bapaknya nyamperin aku, trus aku cuman bisa nanya, "bapak gimana pak badannya? ada yang sakit nggak? motornya gimana?" duh aku udah nggak bisa mikir apa-apa deh waktu itu. aku yo sakit sih, tapi posisinya yang nabrak aku juga meskipun salah dua-duanya. tapi aku mikirnya si bapak ini jangan sampe kenapa-kenapa deh. atau kalo emang kenapa-kenapa ya berarti harus segera dikelarin urusannya. ternyata dia bilang motornya aja yang miring stangnya, sama badan dia yang sakit lecet-lecet. 

okay lah, musti nelpon siapa nih aku bingung.. akhirnya aku ngabarin mas fero duluan, kalo aku ga bisa renang karna malah nabrak orang, dan nanyain nomer telponnya taufik yang rumahnya deket situ. karna aku butuh bantuan cari klinik terdekat nih.. puskesmas mana buka hari minggu gitu. tapi mas fero malah mau nyusul, yaudah deh kalo gitu, pasrah aja. 

sambil nelpon akhirnya diputusin aku dibawa ke klinik di deket perempatan kasongan aja, yang mana klinik itu ternyata klinik bersalin, hihihih sakit sih lutute bonyok, tapi yo rasanya nahan ketawa aja baca tulisan rumah sakit bersalin.. so mas fero pun akan nyusul kesitu. 

oiya, bapaknya ga ikut ke klinik. dia milih langsung pulang karna pengen segera mbersihin badannya, selak isin jarene kebak lendhut. tapi sempet tukeran ktp dan tukeran nomer handphone. 

begitu sampe klinik aku ngehubungin om tukijan yang tadinya pas aku berangkat masih ada dirumah. aku wanti-wanti jangan kasih tau mbah dulu daripada simbah panik. sampe akhirnya kelar diobatin lukanya abis itu mas fero, galih and dita pada dateng, huhu kalo sakit gitu ngeliat temen pada dateng rasanya tenang banget, ada yang nemenin, ga spaneng lagi. pelipur lara deh pokoknya. 

dan ga lama abis itu om tukijan dateng. memastikan keadaan motorku baik-baik saja dan membayarkan biaya administrasi di klinik. karena aku cuman ngantongin duit 20.000 doang loh.. hahahahah keren kan.. makanya aku panik gimana nanti kalo bapaknya minta ganti rugi mendadak, duh bisa kugadaikan cintaku jadinya.. :))) 

abis semua beres, aku disuruh pulang aja sama om tukijan, temen-temenku juga pada balik lagi. urusan sama bapaknya yang ketabrak di handle sama om tukijan. dan ternyata si om ini kenal sama bapaknya itu, hubungannya tuh adeknya temennya ato gimana, aku lupa. 

ampe bantul, aku masih sempet mampir apotek, beli betadine, nanya kak meta soal antibiotik, dan lain-lain. sempet beli sate juga buat makan dirumah, hahahah nek bar tabrakan ki njuk ngelih ternyata :P 

pas ampe rumah, baru deh cerita sama mbah, hehe untung simbah nggak papa.. trus motorku yang foot step nya patah dan stangnya miring juga besoknya bakal dibenerin sama om tukijan. 

yang ada di pikiranku pas ampe rumah cuman ini, hasyemik aku masih pingin dolan-dolan yoohh.. wakakakak curhat sama sena malah diketawain, dikatain emang harusnya aku leren dll.. hahahah okelah kalo gitu leren semalem gapapa.. yang penting kan masih tetep bisa beredar di dunia maya :P

so dari cerita yang panjang dan dudul ini, aku cuman pengen bilang bahwa, jangan cuekin sense yang kamu punya. apapun itu, seharusnya kita bisa lebih titen. jangan ngelamun di jalan, meskipun lagi ada pikiran tertentu. mendingan nggak naik kendaraan dulu deh kalo begitu. karena jatuh kemaren itu rasanya kayak ditegur. mungkin emang harus lebih seimbang, supaya lebih leren dirumah. nggak escape from reality. (halah opo kuwi? sesuk yoo ben dadi judul anyar :P) trus kalo abis jatoh gitu harus tetep berpikir positif, biar nggak mellow kemana-mana :P

okay deh ini udah masuk dini hari 18 april. dan hari ini aku ulang tahun.. Welcome Selangkung! heheheh Happy Birthday ya mbul, rekap hari ini jangan lua nanti ditulis loh.. ihihi.. nanti yaa I'll tell you what happen today, all day long. semoga aku nggak pake acara diguyur pake telor dan tepung lagi. karena kakiku sedang tidak bisa gesit, hahahah.. ultah kok dikado lututnya bonyok, kadonya biar aku ga tambah ngglidhig! hahahaha Thanks God! Thanks Universe! Thanks a lot.....